DAMPINGI : Pj Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kotim saat mendampingi Bupati Kotim H.Halikinnor melihat pelayanan Puskesmas di Kecamatan Seranau belum lama ini.
SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengubah wajah layanan kesehatan dasar. Sistem pelayanan di puskesmas yang sebelumnya berbasis poli kini resmi beralih ke pola klaster sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang lebih modern dan terintegrasi.
Perubahan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat sistem pencatatan dan pemantauan kesehatan masyarakat.
Pelaksana Harian (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kotim, menjelaskan bahwa pendekatan klaster menggantikan sistem lama yang dinilai kurang fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan pasien secara menyeluruh.
“Pola pelayanan kita sudah berubah. Dulu kita mengenal poli-poli, sekarang kita menggunakan sistem klaster, dari klaster 1 sampai klaster 5. Ini bagian dari upaya peningkatan mutu layanan,” ungkapnya Senin (27/4)
Ia menegaskan, sistem klaster tidak hanya mengubah struktur pelayanan, tetapi juga menghadirkan sistem pencatatan yang lebih terintegrasi. Setiap pasien yang datang akan memiliki rekam medis digital yang tersusun rapi dalam satu aplikasi.
“Semua data pasien langsung terekam, mulai dari identitas, riwayat penyakit, sampai tindakan medis yang pernah diberikan. Ini memudahkan tenaga kesehatan dalam membaca kondisi pasien secara menyeluruh,” jelas Umar.
Menurutnya, keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya dalam mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Data yang terkumpul dapat dianalisis untuk mengidentifikasi risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
“Dengan data yang lengkap dan terintegrasi, kita bisa melakukan analisis lebih cepat. Jadi penanganan bisa lebih dini, lebih tepat, dan tentunya lebih efektif,” tambahnya.
Penerapan sistem klaster ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan di puskesmas. Tenaga kesehatan dapat bekerja lebih terarah dengan pendekatan berbasis data, bukan sekadar keluhan sesaat.
Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kotim dalam memperkuat layanan kesehatan primer, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.(bnr)

