SAMPIT – Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turun langsung melakukan pemantauan lapangan terhadap proyek perbaikan dan peningkatan jalan prioritas tahun anggaran 2025. Kegiatan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan dapat selesai tepat waktu.
Rombongan Komisi IV DPRD Kotim dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Dra. Rinie, didampingi Sekretaris M Idi serta anggota Modika Latifah Munawaroh, Rambat, M Ridho Ansari, dan Paliansyah. Mereka meninjau sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Dra. Rinie, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan rekonstruksi dan peningkatan jalan menunjukkan progres yang menggembirakan. Dari hasil pemantauan, sebagian besar paket pekerjaan bahkan telah mendekati tahap penyelesaian.
“Untuk tujuh paket pekerjaan utama, seperti Jalan Pramuka, Jalan Nyai Enat, hingga Jalan Wengga Metropolitan, progresnya sudah berada di kisaran 70 sampai hampir 90 persen. Ini menunjukkan kinerja di lapangan cukup baik,” ujar Rinie, Senin (15/12/2025).
Meski demikian, Rinie mengakui masih terdapat beberapa paket pekerjaan yang realisasinya belum maksimal. Dengan waktu yang tersisa hingga akhir Desember, pihaknya terus mendorong kontraktor dan dinas teknis agar percepatan tetap dilakukan.
“Yang masih tertinggal terus kami pacu. Waktu memang terbatas dan faktor cuaca juga berpengaruh, namun kami tetap optimistis seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sesuai target,” katanya.
Rinie menegaskan, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia memastikan pengawasan tetap dilakukan secara ketat agar hasil pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak.
“Kami tidak ingin jalan selesai cepat, tetapi mutunya rendah. Kualitas adalah prioritas utama. Karena itu, pengawasan tetap kami lakukan secara konsisten,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, padatnya pekerjaan di penghujung tahun tidak terlepas dari proses penganggaran. Menurutnya, sebagian besar proyek baru bisa berjalan setelah APBD Perubahan 2025 disahkan pada September lalu.
“Di APBD murni anggaran untuk kegiatan ini belum tersedia. Setelah APBD Perubahan disahkan, barulah pekerjaan fisik bisa dilaksanakan. Konsekuensinya, pelaksanaan cukup padat di akhir tahun,” jelas Rinie.
Rinie menambahkan, proyek perbaikan jalan tersebut tidak hanya terfokus di wilayah Kota Sampit, tetapi juga menyasar sejumlah kecamatan lain di Kotim.
“Kami berharap seluruh pekerjaan rampung pada Desember ini, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat luas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyampaikan bahwa apabila terdapat pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal, telah tersedia mekanisme penanganan yang jelas.
“Mulai dari perpanjangan waktu, denda keterlambatan, hingga evaluasi kontrak sudah diatur. Semua proses akan dibahas bersama dinas teknis, konsultan pengawas, inspektorat, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Adapun ruas jalan yang masuk dalam program prioritas tahun 2025 meliputi Jalan Pramuka sepanjang 2,1 kilometer, Jalan Nyai Enat 656 meter, Jalan Wengga Metropolitan 353 meter, Jalan Samudra Kobes 256 meter, Jalan Lesa Parenggean 985 meter, Jalan Anggur 3 sepanjang 482 meter, Jalan menuju TPA 515 meter, serta Jalan Bengkirai sepanjang 1,61 kilometer. (bnr).

