SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hingga akhir Februari 2026, tercatat sekitar 11 ribu warga telah menerima manfaat dari program tersebut melalui empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah beroperasi.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kotim menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar pelajar di sekolah. Program ini juga diperuntukkan bagi santri, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan nutrisi.
“Program ini bertujuan memperbaiki asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat mendukung kesehatan sekaligus menunjang proses belajar mereka,” ujar Umar, Sabtu (7/3/2026).
Saat ini terdapat empat dapur SPPG yang aktif menyalurkan makanan bergizi setiap hari. Dua dapur berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, masing-masing di Mentawa Baru Hilir dan Mentawa Baru Hulu. Sementara dua lainnya berada di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Parenggean.
Umar merinci, dapur SPPG Mentawa Baru Hilir melayani sekitar 3.430 penerima manfaat, Mentawa Baru Hulu sebanyak 2.866 orang, Baamang Tengah sekitar 2.498 orang, dan Parenggean melayani 2.561 orang.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga terus memperluas jangkauan program tersebut. Saat ini tengah disiapkan dua dapur tambahan yang berlokasi di Baamang Barat dan Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu. Kedua dapur ini merupakan fasilitas SPPG yang dikelola oleh Polri.
Selain itu, program MBG juga diarahkan untuk menjangkau wilayah terpencil atau kategori 3T, seperti Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang. Bahkan satu dapur baru saat ini sedang dibangun di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan sekitar 177 relawan dari masyarakat setempat. Sementara bahan pangan yang digunakan untuk penyediaan makanan dipasok dari pelaku usaha lokal, mulai dari ayam, ikan, telur, sayuran, buah-buahan hingga produk UMKM seperti roti dan kue.
“Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, kami berharap program ini juga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal karena bahan pangan dipasok dari pelaku usaha di daerah,” tambah Umar.
Pemerintah Kabupaten Kotim menargetkan program Makan Bergizi Gratis dapat terus diperluas secara bertahap hingga seluruh kelompok sasaran di wilayah tersebut dapat terlayani.(bnr)

