Kotawaringin.Kalteng.co
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style
No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style
No Result
View All Result
Kotawaringin.Kalteng.co
No Result
View All Result
Home Kotawaringin Timur

PLN Targetkan Penyalaan 12 Desa di Kotim Rampung Maret 2026

Redaksi by Redaksi
November 25, 2025
in Kotawaringin Timur
0
PLN Targetkan Penyalaan 12 Desa di Kotim Rampung Maret 2026

SAMPIT — Proyek percepatan elektrifikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali ditekankan dalam rapat koordinasi bersama DPRD dan sejumlah pemangku kepentingan pada Senin (24/11) lalu. Manager PLN UP2K Kalimantan Tengah, Sugianto, menyampaikan bahwa 12 desa di Kotim masuk dalam roadmap percepatan tahun 2025 dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

Menurutnya, pendanaan untuk 12 desa tersebut bersumber dari anggaran belanja tambahan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. 12 desa itu, tersebar di dua kecamatan. Kecamatan Cempaga Hulu, meliputi Desa Selucing dan Tumbang Koling dan, Kecamatan Bukit Santuai yang mencakup Desa Tumbang Batu, Luwuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Torung, Tewai Hara, Tumbang Getas, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, Tumbang Payang, dan Tumbang Saluang.

Pelaksanaan proyek dilakukan melalui Divisi Listes pusat yang kemudian menurunkannya kepada Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Kalimantan Tengah di Palangka Raya.

“Dua belas desa di Kotawaringin Timur ini merupakan bagian dari 33 desa yang kita kerjakan mulai November ini, dengan target penyelesaian pada Maret 2026,” jelas Sugianto.

Secara keseluruhan, rasio desa berlistrik di Kalimantan Tengah saat ini baru mencapai 83,39 persen. Dari 14 kabupaten di provinsi tersebut, masih ada tiga wilayah yang tingkat elektrifikasinya berada di bawah 70 persen, yakni Kabupaten Seruyan, Katingan, dan Murung Raya. PLN menargetkan seluruh desa di Kalteng rampung teraliri listrik pada 2029.

“Roadmap kita terbagi setiap tahun mulai 2025 hingga 2029 untuk menyelesaikan seluruh desa yang tersisa,” paparnya.

Ia juga menilai keterlibatan perusahaan besar swasta (PBS) dalam rapat lintas sektor sangat positif. Dukungan itu mencakup pembebasan tanaman sawit hingga perizinan yang berkaitan langsung dengan pembangunan jaringan.

“Dari sejumlah PT tadi sudah menyampaikan dukungan penuh. Ini sangat membantu percepatan listrik desa,” ujarnya.

Terkait kendala yang menyebabkan 12 desa belum teraliri listrik, Sugianto menyebut hambatannya relatif kecil karena wilayah tersebut memang lebih dulu masuk dalam perencanaan.

“Indikator percepatan itu ada tiga. Yaitu kesiapan infrastruktur, kesiapan perizinan, dan pembebasan tanam tumbuh. Tiga hal inilah kunci sukses pembangunan. PLN hanya membangun jaringannya, tapi untuk perizinan dan tanam tumbuh perlu keterlibatan banyak pihak,” ungkapnya.

Sugianto juga memastikan bahwa ketersediaan pasokan listrik untuk Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Wilayah ini terlayani oleh sistem interkoneksi Kalimantan yang menghubungkan sejumlah pembangkit di berbagai daerah.

“Ketersediaan listrik masih sangat cukup untuk melayani seluruh Kalteng. Sistem Kalimantan ini terkoneksi antarpembangkit, sehingga pasokan dapat terjaga,” tutupnya. (mth)

Previous Post

Perluasan Listrik PLN di Pulau Hanaut Dinilai Lambat

Next Post

MCSP Kotim Terpuruk, Bupati Halikinnor Ultimatum OPD, Jangan Sampai KPK Turun Tangan

Next Post
MCSP Kotim Terpuruk, Bupati Halikinnor Ultimatum OPD, Jangan Sampai KPK Turun Tangan

MCSP Kotim Terpuruk, Bupati Halikinnor Ultimatum OPD, Jangan Sampai KPK Turun Tangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Beranda
  • Privacy Policy

© 2025 kotawaringin.kalteng.co - Kotawaringin News

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style

© 2025 kotawaringin.kalteng.co - Kotawaringin News