SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Kurniawan Anwar, menyoroti lambannya tindak lanjut PLN terkait pelayanan listrik bagi warga Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan MB Ketapang. Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat resmi bersama PLN perwakilan Sampit serta jajaran P3 yang membawahi wilayah Kotim, Kobar, dan Seruyan.
Kurniawan mengungkapkan, hingga kini masih ada puluhan warga yang belum menikmati layanan listrik secara layak. Kondisi tersebut disebutnya sudah terjadi bertahun-tahun dan belum mendapatkan penanganan maksimal dari pihak PLN.
“Di dapil kami, tepatnya di Desa Bangkuang Makmur, ada 12 sampai 13 rumah dan satu musala yang masih bergantung pada satu meteran dengan kapasitas 1.200 VA untuk jarak kurang lebih 2 kilometer hingga sampai ke rumah warga. Ini jelas sangat tidak ideal,” tegasnya.
Ia menyampaikan, perjuangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut telah dilakukan sejak akhir 2023, namun belum menunjukkan progres signifikan. Dalam rapat itu, perwakilan PLN menyatakan bahwa penyelesaian penyambungan listrik tersebut ditargetkan paling lambat triwulan I tahun 2026.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan I ini menyambut baik adanya kepastian jadwal tersebut, namun tetap meminta PLN memastikan tidak ada lagi penundaan.
“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang hari ini memberikan kepastian waktu. Semoga kali ini benar-benar terealisasi, tidak mundur lagi, dan tidak mengulang kegagalan sebelumnya. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” ujar Kurniawan
Politisi Partai Amanat Nasional ini menegaskan, Pihaknya akan terus mengawal proses tersebut agar hak masyarakat mendapatkan akses listrik yang layak benar-benar terpenuhi. Karena listrik sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.
“Listrik adalah kebutuhan dasar. Kami berharap PLN bekerja cepat, tepat, dan berpihak pada masyarakat,” tutupnya.(bnr).

