SAMPIT – Ada banyak cara untuk memperingati hari pahlawan yang jatuh tiap tanggal 10 November. Salah satunya adalah Abdul Wahab yang merupakan warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia mengelilingi kota dengan sepeda motor yang dihiasi atribut merah putih dan spanduk bertuliskan Peringatan Hari Pahlawan.
Motor Honda Blade miliknya tampak mencolok di jalan. Di sisi kanan berkibar bendera merah putih besar, sementara bagian depan terpampang pesan kepahlawanan yang menarik perhatian pengguna jalan. Aksinya itu membuat banyak warga menoleh dan mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Menurut Wahab, tindakannya itu lahir dari kepedulian pribadi terhadap lunturnya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
“Sekarang banyak anak muda sibuk dengan teknologi, tapi lupa sejarah perjuangan. Saya ingin mengingatkan lewat cara sederhana ini,” ujarnya usai mengikuti upacara di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (10/11).
Ia mengaku tidak ada pihak yang memintanya melakukan hal itu. Semua murni inisiatif pribadi sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
“Ini murni kesadaran sendiri. Saya hanya ingin kita tidak lupa dengan jasa para pahlawan,” katanya.
Persiapan menghias motor itu sudah ia rencanakan sejak lama, dan diselesaikan tiga hari menjelang Hari Pahlawan. Meski menghabiskan waktu dan biaya, Wahab mengaku tidak mempermasalahkannya.
“Soal dana bukan masalah besar. Yang penting semangatnya. Selagi masih bisa bergerak, semangat itu harus tetap hidup,” ucapnya.
Wahab juga mengatakan tidak menetapkan rute khusus saat berkeliling. Ia hanya mengendarai motornya mengikuti suasana hati. Baginya, peringatan Hari Pahlawan bukan seremoni. Lebih dari itu, ia ingin mengajak masyarakat untuk memaknai perjuangan dengan tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya.
“Rutenya tidak menentu. Kalau bensin habis ya berhenti dulu, yang penting pesan saya sampai,” imbuhnya. (Mth)
