SAMPIT – Warga di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang dipicu pasang surut air laut. Sejak awal pekan lalu, genangan air mulai memasuki kawasan rendah di Kecamatan Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
Salah satu warga Samuda, Kecamatan MHS, Bachtiar, mengatakan fenomena banjir akibat pasang laut memang kerap terjadi saban bulan. Namun, kali ini ketinggian air lebih tinggi dari biasanya. Puncak genangan terjadi pada Rabu (12/11/2025) dini hari, saat air laut naik bersamaan dengan turunnya hujan deras di sejumlah wilayah Kotim.
“Malam tadi yang paling tinggi airnya. Kurang lebih sudah empat malam ini air pasang. Airnya sampai masuk rumah, jadi kami sempat kebasahan,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Rabu sore.
Ia menuturkan, air biasanya mulai naik sekitar pukul 11 malam dan baru surut menjelang subuh. Meski hanya beberapa jam, dampaknya cukup terasa. Lumpur dan sampah terbawa masuk ke permukiman. Warga pun harus bekerja ekstra membersihkan rumah setiap pagi.
“Yang repot itu bersih-bersihnya. Lumpur lengket, kasur dan perabotan juga banyak yang basah. Kalau sudah begini, butuh waktu berhari-hari untuk kering,” bebernya.
Menanggapi kondisi tersebut, Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Rahmat Wahidin Abdi, membenarkan bahwa banjir yang terjadi saat ini dipicu oleh pasang maksimum air laut. Menurutnya, fenomena ini bersifat periodik dan lebih dirasakan di wilayah pesisir.
“Banjir yang terjadi sekarang memang karena pasang tinggi air laut, dan area yang terdampak adalah wilayah pesisir. Berdasarkan prakiraan pasut harian, pasang maksimum terjadi pada tengah malam,” jelas Rahmat.
Ia menambahkan, puncak pasang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga Sabtu (15/11/2025) mendatang. BMKG akan terus memperbarui data prakiraan pasang surut setiap hari untuk membantu masyarakat bersiap menghadapi potensi genangan.
“Kami imbau warga pesisir tetap waspada, terutama saat malam hari. Jika memungkinkan, amankan barang-barang penting dan hindari beraktivitas di sekitar bibir pantai saat air mulai naik,” pesannya.
Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, Rahmat juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan informasi cuaca dan pasang surut yang dikeluarkan BMKG.
“Informasi akan kami update secara berkala agar masyarakat bisa mengantisipasi lebih awal,” tutupnya.(Mth)

