SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih berjalan terbatas. Dari total penyaluran, baru sekitar 989 porsi makanan yang dibagikan dan belum sepenuhnya menyasar kelompok B3 atau kelompok ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.
Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarto, saat meninjau pelaksanaan kegiatan di Satuan Pusat Penyedia Gizi (SPPG) Sampit, Rabu (5/11). Menurutnya, distribusi saat ini masih difokuskan pada anak sekolah dan akan diperluas secara bertahap.
“Pelaksanaan di Sampit masih terbatas. Distribusi baru di angka 989 porsi, dan belum menyentuh kelompok B3. Ke depan akan diperluas secara bertahap,” ujarnya.
Sunarto menjelaskan, pelaksanaan program MBG merupakan hasil kerja sama antara BKKBN dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). BKKBN memiliki peran penting dalam penyediaan data sasaran, dukungan pendistribusian melalui tim pendamping keluarga (TPK), serta melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan.
“Tugas kami adalah memastikan data sasaran tersedia, membantu distribusi dengan memobilisasi TPK, serta melakukan pemantauan dan evaluasi agar pelaksanaan di lapangan tetap sesuai rencana,” terangnya.
Ia menambahkan, data kelompok B3 di wilayah sekitar SPPG sudah disiapkan. Data tersebut mencakup wilayah dengan radius enam kilometer dari lokasi SPPG, dengan waktu tempuh maksimal 30 menit menggunakan kendaraan roda dua.
“Data sudah siap, begitu juga petugas lapangan seperti PKB, PLKB, dan TPK. Jadi ketika distribusi ditambah, kelompok B3 akan menjadi prioritas,” katanya.
Secara umum, di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, pelaksanaan program MBG untuk kelompok B3 masih dalam tahap awal. Berdasarkan data BKKBN, baru sekitar 789 sasaran B3 yang sudah menerima manfaat program tersebut, sebagian besar berada di Palangka Raya dan sekitarnya.
“Jumlahnya masih bertahap, dari seribu hingga dua ribu sasaran. Yang penting pelaksanaannya berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Sunarto.
Ia juga mengapresiasi para pengelola SPPG di Sampit yang mayoritas merupakan anak muda. Semangat dan kemandirian mereka dinilai menjadi modal penting dalam mendukung suksesnya program nasional tersebut.
“Mereka anak-anak muda yang semangat dan kreatif. Kami berharap semangat ini bisa terus dijaga agar program MBG berjalan sukses,” pungkasnya. (mth)

