SAMPIT – Insiden penembakan yang melibatkan oknum penegak hukum terjadi di areal PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) Estate 3, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (22/12) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang warga mengalami luka tembak saat diduga hendak melakukan pencurian buah kelapa sawit.
Kepala Desa Kenyala, Sahewan Harianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari warga terkait adanya penembakan saat proses pengamanan (pam) perusahaan. Dari empat korban, satu orang mengalami luka cukup serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
“Korban atas nama F mengalami luka tembak di bagian bawah ketiak hingga tembus dan saat ini dirawat di RSUD dr Murjani Sampit,” jelas Sahewan saat dikonfirmasi, Senin malam.
Sementara itu, tiga korban lainnya masing-masing bernama AM yang tertembak di bagian lengan, J tertembak di bagian kaki, serta IS di bagian tangan. Ketiganya hanya mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Telawang.
Sahewan menyayangkan terjadinya tindakan penembakan tersebut. Menurutnya, dalam penanganan dugaan tindak pidana, aparat keamanan seharusnya mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.
“Kalau memang mereka diduga melakukan pencurian, seharusnya diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum. Bukan langsung dilakukan tindakan penembakan,” tegasnya.
Sebagai kepala desa, Sahewan menilai kejadian ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang humanis dan proporsional, terutama dalam situasi pengamanan di wilayah perusahaan yang berdekatan langsung dengan permukiman warga.
Lebih lanjut, Sahewan mengungkapkan pihaknya telah menyurati Kapolres Kotawaringin Timur agar insiden tersebut mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti secara menyeluruh.
“Saya sudah menyampaikan secara resmi kepada Kapolres Kotim agar kejadian ini diusut tuntas, supaya ada kejelasan dan keadilan bagi semua pihak,” pungkasnya.(bnr).

