SAMPIT — Warga di bantaran Sungai Cempaga dihebohkan kemunculan seekor buaya berukuran besar di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu terlihat dari video yang beredar. Hewan predator tersebut terlihat muncul di tengah sungai.
Terkait itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cempaga, Agus Tiawarni, mengungkapkan bahwa kemunculan hewan itu sudah menjadi pola yang cukup sering. Berdasarkan laporan masyarakat dan perangkat desa, buaya tersebut muncul rata-rata tiga kali dalam sebulan.
“Dari laporan yang masuk, kemunculannya memang rutin. Biasanya dalam satu bulan bisa tiga kali dan hanya seekor buaya itu saja,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, hewan itu kerap terlihat tepat di bawah rumah-rumah warga yang berdiri di atas sungai. Namun sejauh ini tidak ada indikasi perilaku agresif yang membahayakan.
“Sampai saat ini belum ada warga yang diterkam atau digigit. Panjangnya diperkirakan sekitar empat sampai lima meter, itu dari keterangan kepala desa,” ujarnya.
Dirinya menduga kemunculan buaya tersebut berkaitan dengan kebutuhan hewan itu untuk mengambil oksigen di permukaan air. Ia menjelaskan, buaya tersebut tidak pernah terlihat berjemur di bantaran sungai atau lanting, dan biasanya hanya muncul sebentar di area bawah rumah.
“Kemungkinan dia muncul hanya untuk naik mengambil oksigen. Tidak pernah naik ke lanting atau pinggir sungai,” katanya.
Menariknya, intensitas kemunculan buaya tersebut disebut sangat dipengaruhi oleh lalu lintas tongkang yang melintas di sungai. Jika aktivitas tongkang tinggi, hewan itu tidak terlihat sama sekali.
“Kalau ada tongkang lewat, buaya itu tidak muncul. Mungkin merasa terganggu oleh suara mesin. Tapi kalau beberapa hari tidak ada tongkang melintas, dia biasanya naik ke permukaan,” terang Agus.
Warga dihimbau untuk tetap berhati-hati, terutama yang tinggal atau beraktivitas dekat sungai. (Mth)

