SAMPIT — Penemuan granat di dalam sebuah barak di Jalan Kembali 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat heboh warga sekitar. Granat itu ditemukan dalam sebuah lemari yang tidak dikunci.
Menurut pemilik barak, Mujiburhan (52), barak nomor tiga tersebut sudah delapan tahun ditinggalkan penghuninya. Penghuni terakhir bernama Iwan, seorang warga Kapuas yang tinggal bersama istri dan anaknya yang masih kecil.
“Dulu barak ini ditinggali Iwan, orang Kapuas. Tapi sejak 2017 sampai sekarang kosong,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Muji menuturkan, Iwan menempati barak tersebut selama dua tahun. Pria itu diketahui bekerja sebagai wirausahawan yang berjualan secara online.
“Dia jualan online, kadang parfum atau apa saja yang bisa dijual,” katanya.
Iwan diketahui mengidap diabetes cukup parah. Penyakit itu menyebabkan luka di kakinya membusuk hingga ia tidak mampu berjalan. Iwan kemudian meninggal dunia pada tahun 2017 lalu.
Kepergian Iwan membuat istri dan anaknya meninggalkan barak milik Muji. Namun, saat pindah, sejumlah barang seperti pakaian tidak dibawa, termasuk lemari tempat granat itu ditemukan. Muji mengaku sesekali membersihkan barak tersebut, tetapi tidak pernah memeriksa isi lemari.
“Saya kadang membersihkan barak ini karena berdebu. Tapi saya tidak pernah membuka lemari itu,” ucapnya.
Granat tersebut pertama kali ditemukan pada Sabtu (29/11/2025) oleh seorang bocah kelas IV SD yang tinggal di pintu nomor empat. Pintu barak yang tidak terkunci membuat bocah itu bebas bermain hingga menemukan granat di dalam lemari dan menjadikannya mainan.
Granat itu sempat dibawa keluar barak dan ditunjukkan kepada Muji. Melihat hal tersebut, Muji langsung mengamankan benda itu dan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi. Saat itu, ia belum menyadari bahwa benda tersebut merupakan granat asli.
“Dia (bocah itu) bilang ke saya, Ini apa? Saya lihat dan langsung saya simpan di atas lemari di dalam rumah saya,” bebernya.
Istri Muji yang sempat memegang granat tersebut memperkirakan bobotnya sekitar setengah kilogram. Ia juga mengira benda itu hanyalah mainan.
Granat itu akhirnya diketahui asli setelah anak Muji, yang merupakan anggota Brimob, melihatnya. Ia langsung memberi tahu orang tuanya bahwa itu adalah granat sungguhan. Seketika Muji terkejut dan segera melaporkan temuan tersebut kepada polisi.
“Awalnya ditimang-timang saja oleh istri saya. Tapi setelah tahu itu granat betulan, kami langsung kaget dan meletakkannya pun pelan-pelan,” tuturnya.
Dari informasi awal yang diterima Muji, granat itu diperkirakan berusia cukup tua. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi granat tersebut.
“Informasinya itu granat asli. Tapi belum tahu apakah masih aktif atau tidak,” tandasnya. (Mth)

