PALANGKA RAYA – Ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme hingga ekstremisme di era digital menjadi perhatian serius Satgaswil Kalimantan Tengah.
Momentum Kalteng Expo dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah pun dimanfaatkan sebagai ajang edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya paham kekerasan yang kini marak menyusup melalui media sosial dan game online.
Dalam kegiatan tersebut, Satgaswil Kalteng menggandeng Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, DP3APPKB Kalteng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga Radio Evella 96.7 FM untuk membuka stand edukasi mengenai bahaya IRET atau Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.
Tak hanya itu, edukasi juga difokuskan pada ancaman penyalahgunaan media sosial serta game online yang dinilai semakin masif menjadi media penyebaran paham kekerasan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
Kasatgaswil Kalteng Kombes Pol Yulianto Rombe Biantong melalui IPTU Ganjar Satriyono mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat penyebaran paham radikal kini semakin mudah menjangkau masyarakat, terutama generasi muda.
“Kegiatan ini sangat dibutuhkan mengingat masifnya penyebaran paham radikalisme melalui media digital. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, kontra narasi, dan penguatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan edukasi itu dikemas melalui berbagai cara interaktif, mulai dari podcast, pemasangan pamflet, sosialisasi bahaya intoleransi dan radikalisme, penayangan video kontra narasi, hingga ikrar dan tanda tangan anti radikal.
Selain itu, pengunjung juga dibagikan stiker edukasi terkait bahaya bullying serta penyalahgunaan media sosial yang dinilai dapat memicu tindakan kekerasan di lingkungan anak dan remaja.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng, Kepala DP3APPKB Kalteng, jajaran FKUB, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda hingga Senkom Mitra Polri.
Salah satu narasumber dalam podcast, Prof Drs Oka Swastika, SH, MSi yang juga Wakil Ketua FKUB Kalteng, mengangkat tema tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Satukan Frekuensi Beragama, Bersuku dan Berbudaya, Satukan Indonesia,” katanya.
Ia mengajak masyarakat terus menjaga toleransi, memperkuat kerukunan antarumat beragama dan tidak mudah terpecah oleh provokasi maupun narasi kebencian di media sosial.
Melalui kegiatan itu, Satgaswil Kalteng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme serta paham kekerasan demi terciptanya situasi Kalimantan Tengah yang aman dan harmonis. (sla)

