SAMPIT – Kondisi ruas jalan penghubung Tanjung–Kuala Kuayan di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali menuai sorotan publik. Setiap kali diguyur hujan, jalan tersebut berubah menjadi lintasan berlumpur dan licin, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah.
Kondisi memprihatinkan ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut diketahui diambil pada Kamis pagi, 8 Januari 2026. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah pelajar harus ekstra hati-hati melintasi jalan yang dipenuhi lumpur tebal. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa menuntun sepeda motor karena khawatir tergelincir dan terjatuh.
Warga setempat menyebutkan, kerusakan jalan bukanlah persoalan baru. Saat musim hujan tiba, ruas jalan ini hampir selalu berubah menjadi kubangan lumpur dan sulit dilalui. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal, meski jalan ini merupakan akses utama penghubung antardesa sekaligus jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Hendra Sia, mengaku sangat prihatin melihat kondisi jalan yang harus dilalui anak-anak sekolah setiap hari. Menurutnya, situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pelajar.
“Saya sangat miris melihat akses jalan utama yang dilalui anak-anak sekolah dan masyarakat dalam kondisi seperti ini. Apalagi jalan tersebut juga sering dilewati truk bermuatan penuh, terutama angkutan buah sawit, yang membuat tanah semakin rusak, lubang makin dalam, dan lumpur bertambah parah,” ujar Hendra Sia.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus segera turun tangan dan melakukan penanganan serius terhadap ruas jalan tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan semakin luas, terutama bagi dunia pendidikan di wilayah pedalaman.
“Kami meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Jangan menunggu kerusakan semakin parah. Kasihan anak-anak sekolah yang setiap hari harus berjuang melewati jalan seperti ini,” tegasnya.
Hendra Sia juga mendorong agar perbaikan jalan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat sementara, mengingat ruas Tanjung–Kuala Kuayan merupakan jalur strategis bagi mobilitas warga Mentaya Hulu.
“Saya berharap persoalan ini menjadi perhatian serius agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan lancar, tanpa harus dihantui risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah ini,” pungkasnya.(bnr)

