SAMPIT– Hujan lebat disertai angin kencang nampaknya masih menghantui sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalteng yang yang diprediksi akan terjanid pada 4 hingga 6 Desember 2025.
Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.
BMKG menjelaskan, terpantau adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng yang memicu pertumbuhan awan hujan lebih signifikan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembaban udara yang tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat.
“Konvergensi dan kelembaban udara yang basah menjadi faktor utama meningkatnya potensi hujan di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Kamis (4/12/2025).
Pada 4, 5, dan 6 Desember, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut, mulai dari Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau hingga Kota Palangka Raya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh hujan lokal yang berlangsung singkat, sebab fenomena tersebut dapat dibarengi petir maupun angin kencang yang berisiko menimbulkan kerusakan.
“Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi angin kencang bahkan puting beliung, serta dampak turunannya seperti banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang,” lanjut BMKG.
Hujan deras sejak beberapa waktu lalu sudah dirasakan masyarakat. Misalnya saja di wilayah Tualan Hulu, Kabupaten Kotim. Setidaknya ada dua desa dan puluhan KK terdampak sejak awal Desember lalu. Selain itu, potensi banjir akibat pasang surut air laut atau rob juga tengah mengintai pesisir Kotim. (Mth)

