Kotawaringin.Kalteng.co
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style
No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style
No Result
View All Result
Kotawaringin.Kalteng.co
No Result
View All Result
Home DPRD Kotawaringin Timur

Perluasan Listrik PLN di Pulau Hanaut Dinilai Lambat

Redaksi by Redaksi
November 25, 2025
in DPRD Kotawaringin Timur
0
Perluasan Listrik PLN di Pulau Hanaut Dinilai Lambat

SAMPIT — Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Eddy Mashamy, kembali menyoroti lambatnya realisasi perluasan jaringan listrik di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia menilai janji yang disampaikan PLN sejak 2018 hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang memadai.

Dalam rapat bersama manajemen PLN pada Senin (24/11) kemaren. Eddy menegaskan bahwa masyarakat di Pulau Hanaut hingga tadi malam masih mengalami gangguan pasokan listrik. Kondisi tersebut, menurutnya, bertentangan dengan berbagai perencanaan yang sejak lama dijanjikan PLN.

“Di Dapil 3 itu sudah terlalu banyak janji. Dari tahun 2018 sudah manajemen PLN mengadakan perencanaan. Jadi saya pertanyakan perencanaannya macam apa? Sampai tahun 2025 belum bisa terealisasi,” kata Wakil Ketua komisi I itu.

Ia menyatakan memahami persoalan teknis yang dihadapi PLN, namun tetap mempertanyakan konsistensi arah perencanaan pembangunan yang menurutnya tidak sesuai prinsip tahapan yang semestinya.

“Kalau dari 2018 sampai tahun 2025 ini tidak bisa dilaksanakan, itu perencanaan macam apa? Ini menjadi pertanyaan bagi kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Eddy mengatakan DPRD Kotim mendesak agar seluruh pernyataan yang disampaikan PLN dalam rapat dicatat secara resmi sebagai rujukan rekomendasi lembaga. Hal ini penting agar masyarakat tidak terus-menerus digantung dengan janji tanpa kepastian.

“Kami minta apa yang disampaikan manajemen PLN dicatat betul-betul. Supaya nanti ada rekomendasi DPRD yang bisa kita pegang bersama,” tegasnya.

Ia juga menyinggung rencana pembangunan jaringan yang akan mengaliri Pulau Lepeh hingga Pulau Hanaut. Eddy mengingatkan PLN agar memberikan timeline yang jelas sehingga masyarakat dapat menerima penjelasan yang transparan.

“Jangan masyarakat dijanjikan terus. Kalau 2025 baru perencanaan, 2026 harus sudah direalisasikan,” ucapnya.

Eddy menyebutkan saat ini masih ada sejumlah desa dan titik di Kotim yang belum teraliri listrik. Rencananya ada 12 akan dialirkan listrik dan diperkirakan rampung pada Maret 2026. Sementara total 25 desa masih belum ada listrik. Ia menilai capaian itu belum cukup untuk memenuhi visi Kotim terang yang dicanangkan daerah.

“168 desa mestinya sudah teraliri listrik semua. Tapi faktanya belum. Belum lagi pelebaran jaringan ke dalam yang belum tersentuh,” ucapnya.

Khusus di Pulau Hanaut, ia menyoroti tiga titik yang hingga kini belum mendapatkan layanan listrik, yakni Handil London, Babaung Darat, dan Gerombol. Jarak jaringan yang cukup jauh sehingga warga terpaksa menyambung listrik secara tidak standar.

Eddy menekankan pentingnya komitmen semua pihak agar persoalan listrik tidak lagi menjadi isu tahunan yang terus berulang. Ia meminta agar PLN memberikan kepastian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Tidak zaman lagi seperti ini. Kita harus punya komitmen. Masyarakat pun bisa memaklumi kalau ada gangguan, asal ada kejelasan,” pungkasnya. (mth)

Previous Post

Pemkab Kotim Umumkan Seleksi Terbuka 11 Jabatan Eselon II

Next Post

PLN Targetkan Penyalaan 12 Desa di Kotim Rampung Maret 2026

Next Post
PLN Targetkan Penyalaan 12 Desa di Kotim Rampung Maret 2026

PLN Targetkan Penyalaan 12 Desa di Kotim Rampung Maret 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Beranda
  • Privacy Policy

© 2025 kotawaringin.kalteng.co - Kotawaringin News

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Kabar Kalteng
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Kotawaringin Timur
    • Kotawaringin Barat
    • Palangka Raya
    • Kapuas
    • Pulang Pisau
    • Barito Utara
    • Barito Timur
    • Barito Selatan
    • Sukamara
    • Seruyan
    • Katingan
  • DPRD
    • DPRD Kalteng
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Gunung Mas
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Life Style

© 2025 kotawaringin.kalteng.co - Kotawaringin News