SAMPIT – Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan inspeksi langsung ke depo sampah di samping SMPN 3 Sampit untuk memastikan efektivitas penerapan sistem baru pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Langkah ini dilakukan setelah DLH mengklaim bahwa depo tersebut kini tidak lagi menimbulkan bau menyengat.
“Kepala DLH menyampaikan bahwa depo sudah tidak berbau lagi, karena itu kami turun mengecek sendiri. Memang, jika dibanding sebelumnya, aroma tidak sedapnya jauh berkurang,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, Selasa (18/11).
Dalam peninjauan tersebut, Akhyannoor didampingi Sekretaris Komisi II Supian Hadi serta anggota Komisi II, yaitu Andi Lala, Hendra Sia, Zainuddin, Pardamean Gultom, dan Seto Hadi.
Rombongan juga menyambangi Kepala SMPN 3 Sampit untuk mendengar langsung tanggapan pihak sekolah mengenai kondisi terkini depo sampah yang berada tepat di samping lingkungan belajar. Pihak sekolah membenarkan bahwa bau sudah menurun, meski bukan berarti hilang sepenuhnya.
Akhyannoor menegaskan bahwa pihaknya tidak menyalahkan sistem baru yang diterapkan DLH, sebab percepatan pengangkutan sampah dari depo menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbukti memberikan dampak positif dalam mengurangi aroma tidak sedap.
“Yang namanya sampah pasti tetap menimbulkan bau. Bahkan sampah rumah tangga pun memiliki aroma. Namun jika dibandingkan kunjungan kami sebelumnya, kondisi saat ini memang lebih baik,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, Komisi II menemukan sejumlah penyebab masih keluarnya bau dari depo tersebut. Lantai semen yang berlubang membuat air hasil pembusukan sampah meresap ke tanah, menimbulkan kelembaban dan bau. Selain itu, atap depo juga ditemukan dalam kondisi bocor.
“Kami sudah berdiskusi dengan petugas DLH. Komisi II akan mengusulkan anggaran untuk perbaikan lantai dan atap depo, agar kondisinya lebih layak dan mampu meminimalisasi bau secara optimal,” pungkas Akhyannoor.(bnr).

