SAMPIT – Nelayan di wilayah perairan Teluk Sampit diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kondisi gelombang laut diprediksi mengalami peningkatan yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran skala kecil.
Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Rahmat Wahidin Abdi, mengatakan bahwa potensi gelombang tinggi diperkirakan terjadi mulai Kamis (13/11/2026) hingga Sabtu (15/11/2025), dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Teluk Sampit dan sekitarnya.
“Beberapa hari ke depan memang ada potensi gelombang tinggi untuk wilayah perairan Teluk Sampit. Berdasarkan analisis kami, kondisi ini dipicu oleh hembusan angin dari arah barat daya hingga barat laut yang kecepatannya mencapai 15 hingga 20 knot,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, pola angin tersebut juga disertai dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat terjadi pada siang, malam, hingga dini hari. Kombinasi antara angin kencang dan curah hujan membuat gelombang laut di kawasan pesisir meningkat secara signifikan.
“Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Kuala Jelai, Pangkalan Bun, Kumai, Kuala Pembuang, Teluk Sampit, hingga Kuala Kapuas. Kondisi ini perlu diwaspadai terutama oleh nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil,” jelasnya.
Rahmat menegaskan bahwa cuaca seperti ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayanjika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara kapal tongkang juga perlu berhati-hati bila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter atau lebih.
“Kami sarankan nelayan menunda aktivitas melaut sementara waktu jika kondisi angin dan gelombang mulai meningkat. Bagi kapal berukuran kecil, lebih baik berlabuh di tempat aman sampai situasi benar-benar kondusif,” imbau Rahmat.
Ia juga meminta masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG. Data prakiraan akan diperbarui setiap hari untuk memastikan langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal.
“BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan gelombang dan kondisi angin secara berkala. Kami harap masyarakat, khususnya nelayan, selalu memperhatikan peringatan dini agar keselamatan tetap terjaga,” pungkasnya. (Mth)

